Jumat, 25 Februari 2022

HALU

Kosepsi kehilangan
Mudahnya dimengerti
Laksanakan kata hati
Rasakan hingga usai
Itulah sejatinya  kehilangan
Terbakar di alam fikiran mu
Ujudkan bisikan nurani
Laksanakan berulang kali
Hingga kau temukan lagi
CINTA
 Rahmawan @ eko 25222

#####%###################

Rabu, 23 Februari 2022

DARLING


when ?
you went 

went?
you went

you?
you went

when?
went?
you?

when you went?

Rahmawan Eko.22222



@@@@$$$$$$@@@@



KEKASIH 
Seseorang menuju pintu Sang Kekasih dan mengetuknya. 
Sebuah suara bertanya, "Siapa
di sana?' 
Ia menjawab, "Aku." Suara tersebut berkata, "Tidak ada kamar di sini untukku dan engkau." Pintu pun tertutup. Setelah setahun terasing dan menyendiri, ia kembali ke pintu Sang Kekasih. Dia
mengetuk. Suara dari dalam bertanya, "Siapa di sana?" Orang itu menjawab, "Ini Engkau." Pintu pun terbuka untuknya.
 (Ar-Rumi)

Minggu, 20 Februari 2022

Filosofi keris Laler Mengeng ,dan logisisasi sebuah kematian



Keris Laler Mengeng yang kontroversial itu adalah satu jenis dapur dari keris yang dipercaya untuk mengeksekusi seseorang.

 Dapur keris langka  ini biasanya ricikan nya sangat sederhana. Bisa berluk ataupun lugas. Akan tetapi Ciri yang paling menonjol dari keris ini adalah adanya 1 buah kembang kacang yang terbalik. 

Pada keris  umumnya kembang kacang nya menghadap ke bawah.
melambangkan tunas yang tumbuh. Sedangkan pada keris laler mengeng kembang kacang nya adalah menghadap ke atas. Yang diartikan tercabutnya akar dari dalam tanah....
di logikakan dicabutnya kehidupan dari dalam tubuh seseorang...
ini berarti ..Ketika seseorang ditunjukkan sebilah keris ini maka pada zamannya diartikan dia harus dieksekusi mati. Kalau mau berandai-andai ... Mungkin ini seperti film James Bond 007 dimana James Bond mempunyai akses atau izin untuk membunuh.... Inggrisnya adalah license to Kill. 
Keris laler mengeng merupakan sandi bagi seorang agen pemerintah atau utusan raja dimana atas perintah rajanya menjatuhi   hukuman mati karena   dianggap oleh sang raja telah berbuat kesalahan.
 Lalu ada cerita bahwasannya keris-keris itu jatuh kepada para selir yang digunakan sebagai pegangan black magic pengasihan untuk sang selir agar tetap menjadi kesayangan sang raja. ..
Pada zaman itu para  selir jika dihadiahi oleh para raja keris laler mengeng ... keris ini seperti menjadi sebuah kebanggaan bagi para selir yang memilikinya. Karena dianggap sebagai.kesayangan raja.

Apa yang saya ungkapkan ini belum tentu bisa diper tanggung jawab kan kebenarannya. Karena ini semua hanyalah merupakan bisikan inspirasi dan halu saya pribadi terhadap dapur keris yang fenomenal ini . Di mana dipercaya hanya keturunan Raja lah yang mempunyai keris ini. Selain itu dari segi isoteri sangat wingit....
Dapur ini sangat sinengker atau dalam istilah lainnya sangat disembunyikan ikan karena terkenal sebagai keris yang kental black magic dan nuansa supranaturalnya...

Pendapat lain mengenai keris laler mengeng adalah keris yang di miliki oleh seorang hakim kerajaan. Dimana seorang hakim harus tegas. Adil, Tak kenal ampun ,tidak goyah oleh godaan  apapun selain aturan kerajaan dan  titah sang raja. 
Itu pendapat dari salah satu  pekeris yang ada di jawa barat.

Pendapat yang berbeda ini mematahkan opini yang beredar di masyarakat saat ini mengenai dapur keris laler mengeng ...Yang di citra kan sebagai keris yang difungsikan untuk meng eksekusi mati terdakwa.

Saya sendiri sebagai seorang Jawa ber pendapat bahwa keris adalah pusaka yang digunakan  sebagai piandel ... Di mana berisi doa atau harapan kepada Tuhan yang Maha Esa.   dan sangat di  hindarkan untuk digunakan sebagai alat pembunuh. iterkecuali ketika sangat terdesak

Tentunya pendapat ini juga belum tentu benar tapi bisa juga benar...
Melihat beberapa lukisan tentang eksekusi mati Pangeran Trunojoyo oleh  raja Amangkurat  menggunakan keris sebagai alat eksekusi. Tentunya pendapat dari teman saya tadi jadi meragukan. 
jikalau melihat bukti dari  lukisan catatan sejarah yang melukiskan eksekusi itu.
Menurut catatan perjalanan dari Ma
huang pada pada saat dia jelajahi majapahit saat pemerintahan Ratu Suhita.
Ma huang bercerita bahwa ia melihat eksekusi mati yang dilaksanakan hampir setiap hari pada saat itu. Dengan cara menusuk dada mereka dengan keris. 
Menurut ma huang pada saat itu kejahatan apapun hukuman nya adalah hukuman mati. Pada saat itu menurut  Ma huang sering terjadi perang tanding menggunakan keris. Siapa yang menang siapa yang kalah hukumannya adalah hukuman mati.
Ada aturan yang berlaku pada saat itu. Siapa yang dapat melarikan diri dan tidak ter tangkap dan terbunuh selama tujuh hari maka  dianggap sudah selesai permasalahannya.

pengeksekusian oleh algojo dilakukan menggunakan sebilah keris. Dengan teknik tinggi di tancapkan melalui rongga dada yang langsung  mengenai jantung.

Melihat data-data tersebut maka pada akhirnya akan bermuara pada keyakinan yang paling kita yakini.

 Karena semuanya adalah ada di masa lalu.. karena berjalannya waktu kita sama-sama tidak bisa  meyakini secara 100% mana yang paling benar. Kemudian secara keukeuh menyatakan data itu valid.

 Bagi saya pribadi akan menganggap dua data tersebut sebagai pelengkap khazanah pengetahuan saya tentang dapur keris laler mengeng. 
Saya pribadi akan menyimpulkan menurut filosofi yang saya gali. 

 Laler mengeng juga dikenal sebagai nama salah satu gendhing Jawa...gending  yang diputar ketika ada kematian.
Nada dalam gending tersebut mendayu-dayu sehingga 
 orang yang mendengarnya akan menangis sedih mengingat Si mati...
laler mengeng. Kalau dipaparkan secara definisinya berasal dari 2 kata yaitu kata laler dan manggeng.
Laler adalah lalat dalam bahasa Indonesianya. Jika dalam bahasa Jawa disebut sebagai laler. Filosofinya laler itu selalu mengeluarkan suara yang bergaung gaung ketika ia terbang mencari sesuatu yang disenanginya... sesuatu yang membusuk atau bangkai.. 
Keluarnya suara ini karena adanya dua buah sayap yang berada di bagian depan dan belakang tubuh lalat. Istilah bahasa latinnya lalat disebut dengan Diptera. Di artikan 2 ...ptera artinya adalah sayap. Sehingga  ketika lalat terbang maka akan mengeluarkan dengungan dari kedua buah sayapnya.... Yang dalam istilah Jawanya disebut mengeng atau mbengengeng.
Laler atau lalat juga berfungsi sebagai bagian dari 3 purusa. Kekuatan yang ada dalam dunia ini pencipta , pemelihara , perusak atau pelebur. 
Laler atau lalat berperan penting dalam sendi kehidupan khususnya siklus nutrisi. Iya berperan sebagai perantara penyerbukan bunga... Bunga ini menjadi cikal bakal munculnya buah yang nantinya menjadi sumber nutrisi atau makanan bagi makhluk hidup lainnya.
Lalat juga mempunyai kemampuan untuk berkembang biak dengan sangat cepat. Dan dengan cara itu pula Ia membantu proses daur ulang yang ada di dalam alam ini.
Lalat yang sekali bertelur melahirkan beribu-ribu belatung. Dari belatung belatung ini maka proses peleburan di alam raya bermula. 

Proses yang menjijikan ini sesungguhnya adalah proses kembalinya daur hidup dari awal. Dari tanah menjadi tanah.proses dari awal menjadi keawal lagi.

Lalat atau laler dalam keseharian kita dipandang sebagai binatang menjijikan ...adalah pelopor proses pembusukan yang disebut sebagai dekomposer.
Pembusukan  atau  dekomposisi.... menjadikan dunia ini tetap bisa kita tempati...tanpa proses peleburan dunia akan hancur karena tidak ada tempat lagi bagi makhluk yang baru....

Pembusukan atau dekomposisi merupakan salah satu perubahan secara kimia yang membuat objek, biasanya makhluk hidup yang mati dapat mengalami perusakan susunan/struktur yang dilakukan oleh dekomposer atau media pembusukan (termasuk semut, belatung, bakteri dan jamur).

 Dalam proses dekomposisi atau pembusukan ini  zat organik si mati dipecah menjadi  2 bahan  yaitu organik atau anorganik menjadi lebih sederhana seperti: karbon dioksida , air , gula sederhana dan garam mineral. Proses pemisahan ini merupakan bagian dari siklus nutrisi dan penting untuk mendaur ulang materi padat dan gas untuk menempati ruang fisik masing masing...
Zat gas di atmosfer atau langit....dan zat padat di litosfir atau tanah.

Dekomposisi ini memudahkan penyerapan zat zat tersebut untuk dicerna kembali sebagai bahan makanan  bagi makhluk hiduo lain nya. Dengan proses ini bersinambungan ekosfer dan biosfer bumi terpelihara. 

Bagaimana kehidupan biologis dapat muncul dari materi anorganik melalui proses alami secara khusus dipelajari dalam  bidang keilmuan Abiogenesis..
Istilah tersebut juga merujuk kepada proses saat mula awal kehidupan di Bumi lahir ( bio-genesis )melalui poses dekomposisi.

Proses pemisahan antara jasad dan Sukma adalah penggambaran dari dualisme yang ada di dalam manusia juga dunia ini. 
Seperti keris dan warangka nya. Bilah dan  gonjonya.... Lingga dan Yoni. Malam dan siang. Lelaki juga perempuan... Negatif dan positif

 Bagi saya bilah keris adalah lambang dari kesuburan. Bilah yang berlekuk-lekuk atau lurus adalah lambang dari petir .
 Petir adalah Booster bagi kesuburan tanah. Lambang bersatunya antara  bopo angkoso dan Ibu bumi....

 Bersatunya langit dengan bumi melalui kabel yang tak kasat mata yaitu gas-gas yang terkumpul di atmosfer. 
Terdiri dari awan uap air yang bermuatan arus listrik positif.
Ketika hujan turun maka terjadilah sang petir. Sebagai penanda bersatunya langit dan bumi.

 Persetubuhan itu menciptakan kesuburan baru bagi sang Ibu Pertiwi. Kemudian terlahirlah Tunas baru yang menghijau menghiasi tanah tanah Ibu Pertiwi.

Dapat disimpulkan filosofi dari laler mengeng adalah pengingat bagi kita semua bahwasanya kematian adalah sesuatu kejadian yang lumrah pasti terjadi.
Kata mengeng yang ber arti dengungan simbol agar kita selalu mengingat bahwa kita jangan lupa selalu berdzikir baik secara Siri atau jahar. Berdzikir menyebut nama Tuhan secara terang-terangan ataupun secara sunyi di dalam hati kita masing-masing...
 Kematian merupakan bagian dari awal perjalanan kembali ke asal kita. Innalillahi wa Innalillahi roji'un.... Dari Nya kita berasal  dari Nya kita kembali...menyatu menuju alam nurcahya...bersama orang orang yang telah ditunjukkan jalan yang  dberkahi jalan yang benar agar SELAMAT  ( ISLAM)  kita melalui WOT SIOGAL AGIL..
@Rahmawan Eko..Gunung Putri Bogor.190222