Kamis, 30 Juli 2015

ya MUSA ya KHIDR





Ya alam selalu   alim ,Ketika jiwa lunak bertemu dengan kerasnya hidup, maka terjadilah fenomena keinginan didalam diri paling dalam kalbu yang kosong. Alam akan mengisi yang kosong itu untuk mencapai harmonisasinya. Harmonisasi ini  sulit dipahami oleh orang-orang yang selalu berpikir. mengandalkan sesuatu diatas tatanan rasio otak manusia.Dulu kala sebelum manusia menemukan microscope.Apakah mereka bisa melihat microorganisme?Belum, manusia masih berteori berdasarkan intelejensia mereka.

 Kecenderungan manusia adalah berjalan pada aturan/syariat yang telah ada.Aturan atau pakem adalah mutlak kebenaran yan harus ditaati. Deviasi ,bias dari pakem tersebut harus menyandang sebutan : abnormal,metafisika,paranormal dan yang exstrim adalah murtad atau ajaran sesat.


وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّى أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا (60) فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ سَرَبًا (61) فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُ ءَاتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَذَا نَصَبًا (62) قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا (63) قَالَ ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ فَارْتَدَّا عَلَى ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا (64) فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا ءَاتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا (65) قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا (66) قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا(67) وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا (68) قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا (69) قَالَ فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا (70) فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَا قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا (71) قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا (72) قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا (73) فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا (74) قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا(75) قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلَا تُصَاحِبْنِي قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا(76) فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا (77) قَالَ هَذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا (78) أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا (79) وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (80) فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا (81) وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا(82) 

Artinya: 60. Dan (ingatlah) ketika Mûsâ berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun".61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Mûsâ kepada muridnya: "Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini".63. Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."64. Mûsâ berkata: "Itulah (tempat) yang kita cari". Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.66. Mûsâ berkata kepada Khidhir: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" 67. Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku.68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"69. Mûsâ berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun".70. Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu". 71. Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhir melobanginya. Mûsâ berkata: "Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.72. Dia (Khidhir) berkata: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku"73. Mûsâ berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku".74. Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhir membunuhnya. Mûsâ berkata: "Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".75. Khidhir berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?" 76. Mûsâ berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku".77. Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhir menegakkan dinding itu. Mûsâ berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu".78. Khidhir berkata: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.79. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.80. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mu'min, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.81. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).82. Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya". 


Dalam kitab Al Qur'an juz ke 15-16 ,surat Al Kahfi 65-82. tersebut didalamnya pertemuan antara Nabi Musa dengan Nabi Khidhr.  Nabi  Musa memohon pada Nabi Khidhr agar beliau bisa berguru kepadanya. Nabi Khidhr menyetujui  akan tetapi  dengan satu syarat tak boleh ada pertanyaan sebelum beliau sendiri yang menerangkannya. Dari awal pertemuan itu Nabi Khidhr sudah tahu bahwa Nabi Musa tidak akan kuat bersabar ketika melakukan perjalanan dengannya. Perbuatan Nabi Khidhr melubangi perahu, membunuh seorang  pemuda, membangun dinding rumah yang hampir roboh., memicu satu hal yang tak boleh dilakukan dalam perjalanan itu ,yaitu bertanya. Dari  satu ayat-ayat tersebut  aku menyimpulkan seorang yang dianggap nabi dengan ketebalan  iman pada Tuhan melebihi manusia biasa, tidak bisa bersabar  untuk mengeja wantahkan sebuah kejadian. Yang terlihat jelek belum tentu jelek, yang baik belum tentu baik. Membunuh seorang pemuda dalam kaca mata wadag Nabi Musa adalah  buruk, tetapi dari presepsi gaib Nabi Khidhr adalah mutlak bagus  dan wajib dilaksanakan. padahal semua sudah tahu membunuh adalah perbuatan dosa besar! So jadi dimana letak benar, salahnya?

Rabu, 29 Juli 2015

"Coming Back To Life"




Where were you when I was burned and broken
While the days slipped by from my window watching
And where were you when I was hurt and I was helpless
'Cause the things you say and the things you do surround me

While you were hanging yourself on someone else's words
Dying to believe in what you heard
I was staring straight into the shining sun

Lost in thought and lost in time
While the seeds of life and the seeds of change were planted
Outside the rain fell dark and slow
While I pondered on this dangerous but irresistible pastime

I took a heavenly ride through our silence
I knew the moment had arrived
For killing the past and coming back to life

I took a heavenly ride through our silence
I knew the waiting had begun
And headed straight ...into the shining sun

Pink Floyd - Coming Back to Life 


Selasa, 28 Juli 2015

Aku melihat Indonesia












 aku berdiri di pantai Ngliyep  Aku mendengar lautan Indonesia bergelora 
Membanting di pantai Ngeliyep itu Aku mendengar lagu – sajak Indonesia                              
Jikalau aku melihat Sawah menguning menghijau                                                            
Aku tidak melihat lagi Batang padi menguning – menghijau 
Aku melihat IndonesiaJika aku melihat gunung-gungung Gunung Merapi, gunung Semeru, gunung Merbabu Gunung Tangkupan Prahu, gunung Klebet Dan gunung-gunung yang lain 
Aku melihat Indonesia 
Jikalau aku mendengar pangkur palaran 
Bukan lagi pangkur palaran yang kudengarkan  
Aku mendengar Indonesia 
Jika aku menghirup udara ini 
Aku tidak lagi menghirup udara
 Aku menghirup Indonesia
 Jika aku melihat wajah anak-anak di desa-desa 
 Dengan mata yang bersinar-sinar(berteriak) Merdeka!  
Merdeka!, Pak! Merdeka! 
Aku bukan lagi melihat mata manusia
 Aku melihat Indonesia!
oleh
BUNG KARNO






Kamis, 23 Juli 2015

MERDEKA!

"It doesn't matterif we fly or if we fall.
We've got each other.
We're doing it together.That's all that matters."

(petshopboys/ night song)

Saya yakin seorang Youk Tanzil Ring Of Fire tak akan bersemangat mengelilingi negri ini beserta dengan putra-putra nya untuk mengenalkan keaneka ragaman ritus ,kultur,adat budaya , dan alam Indonesia, jika tidak berbekal semangat menghormati perbedaan. Menghargai sebuah perbedaan sebagai suatu hal yang unik. Saya yakin sekali mereka adalah orang- orang toleran yang berpegang teguh pada filsafat sang sastrawan masa lalu “ Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu juga yaitu Indonesia....

Dalam rongga pemikiran saya RIDER adalah seorang RONIN ia bebas menentukan jalannya.tentunya dalam koridor yang bersemangat bendera Merah Putih. Berani karena Benar. Melangkah dalam rambu-rambu kebenaran. Dan jalan apapun yang ditempuh entah itu landai, curam,atau menanjak beraspal,berlumpur,ataupun berbatu cadas adalah mutlak hak asasi pilihan setiap RIDER.....MERDEKA!











































setelah menunggu agak lama di depan gerbang masuk.taman hutan Raden Suryo teman yang kena bocor akhirnya kita berangkat juga hari itu...si KLX ijo bannya bocor.Pagi itu kita terlihat semarak. bagaimana tidak? klo biasanya kita cuma ber empat puluh hari itu kita ber sembilan puluh..sebuah rekor baru untuk kegiatan Slendro Merah Putih. Greget "rasa kekeluargaan yang kental" sangat terasa ketika
dengan rela serta merta menunggu, dua teman yang belum naik karena ban bocor.Memang salah satu dari janji kami adalah :DATANG BARENG PULANG BARENG. banyak contoh dari para komunitas trail tetangga yang berangkat bareng tapi pulangsendiri-sendiri.motor rusak adalah urusan masing-masing. kalo kurang cepat ya ditinggal.motor rusak ya urusan mu sendiri. na itu asiknya kita. WE ARE TOGETHER. jalan mulai menanjak ketika kita masuk ke pet bocor. Struktur jalan adalah batu hidup. kenapa disebut batu hidup, karena jalan bukan makadam akan tetapi hanyalah jalan yang tersusun dari batu-batu yang ditata secara alami. Batuannya adalah batuan gunung. jalan ini biasanya digunakan sebagai sarana jalan pengangkutan belerang dari puncak gunung welirang. setiap hari selalu ada trip jip pengangkut belerang dari atas kebawah dan sebaliknya. Gunung Welirang terletak di Kabupaten Pasuruan. Selain Welirang, di kawasan ini ada empat puncak lainnya. Gunung Arjuno (3339 mdpl) di arah timur dan G. Ringgit di Timur Laut. Dua puncak Gunung Kembar (2800 mdpl) terletak antara Welirang-Arjuno. Sedang puthuk Limas ada jauh di Utara. Di lerengnya terhampar kawasan hutan lindung Arjuno Lali Jiwo yang luasnya mencapai 4960 ha, di bawah pengawasan Kesatuan Pemangkuan (KPH) Pasuruan. Vegetasinya khas hutan tropis. Diantaranya Anggrung, Sengon, Sono, dan Mahoni. Di beberapa petak didominasi Kaliandra. Di kawasan mendekati puncak dapat ditemui Pinus dan Edelweeis. Rusa, Kijang dan Kancil merupakan herbivora yang sering dijumpai. Predator semacam anjing hutan kadang berkeliaran di kawasan ini. Konon, beberapa tahun lampau Harimau Jawa masih bisa ditemukan.....
hari itu SEMPU mencoba2 ber destinasi di KOKOPAN. kopkopan adalah pos ke dua jalur pendakian gunung arjuno welirang.Kata Kokopan berasal dari bahasa Jawa, yaitu ngokop yang berarti meminum air langsung dari sumber air. Di tempat ini selain tanahnya agak lapang lengkap dengan batuan untuk bersandar, juga terdapat mata air yang airnya jernih mengalir disela-sela bebatuan. Ada penduduk lokal menyebut tempat ini dengan sebutan Reco, karena dulu pernah ditemukan Arca di tempat ini....
kokopan sebagai desteni adalah sebuah hal yang agak berat mengingat beberapa spek dari speda kami kurang mumpuni untuk mencapai itu. Tapi yang namanya TARGET ADALAH TARGET dan perjalanan bukan lah TARGET akan tetapi adalah bagaimana kimenikmati perjalanan ke target yang ditentukan...
dari target Kokopan yang dicanangkan tidak ada satupun yang sampai kesana.disamping dehidrasi berat dan kurangnya bekal minum yang kami bawa.Medan yang minta ampun beratnya untuk sebuah sepeda yang biasa. adalah tantangan terberat kami. dan itulah yang membuat kami bangga...KITA LUAR BIASA KARENA KITA BIASA SAJA.....
perjalanan yang berjeda sekitar lima jam molor menjadi hampir sepuluh jam. kendala fisik dan mesin jadi masalah.sekitar pukul 8 malam kami baru meninggalkan warung di pet bocor. karena menunggu 2 teman yang masih tertinggal diatas. dan inilah yang harus saya banggakan dari Komunitas ini.....KEBERSAMAAN.