Minggu, 15 Februari 2015

Night song

Evening's coming on
like a lovely buttered scone
Night will soon appear
like a little fish's ear
Then all will be dark
like in the belly of a shark

Evening's nearly here
just like Christmas every year
Soon we'll hit the sack
like a sheepdog coming back
And all will be dark
like in the belly of a shark

And there we will sleep
with the farmer's sheep
And we will be happy
like a soft, new-washed nappy

If we dare to fly
like the swallows in the sky
We will take our rest
with the nestlings in our nest
And all will be dark
like in the belly of a shark

"It doesn't matter
if we fly or if we fall.
We've got each other.
We're doing it together.
That's all that matters."

And there we will sleep
with the farmer's sheep
And we will be happy
like a soft, new-washed nappy

Music: Lowe
Words: Almond/Tennant
 http://www.petshopboys.co.uk/home

Senin, 09 Februari 2015

Perempuanku....

Perempuanku, Ini Rasa Tak Pernah Kutakar , ( berbait-bait puisi  oleh Zulfikar Akbar)

Pernah kau bawa bayang itu, entah bagaimana caramu. Bayangmu sendiri. Tidak bisa juga kutahu, seperti apa kau bisa membuat warna hitam malam, yang sedemikian kelam, hilang kuasa mengganggu utuhnya bayangan itu.

Sepertinya, saat menciptakan cinta, Tuhan sengaja membuatnya sulit dimengerti. Meski sekadar untuk bisa mengerti bagaimana ia bisa melabrak tulang-tulang keras di dadaku.

Beberapa kali, kucoba menerka-nerka, mungkin saat kepalamu bersandar di kepalaku, anak rambutmu lepas dari pori-pori kepalamu. Tidak jatuh dan melekat di kulitku, tapi sudah menembus ke dalamnya.

Atau, terkadang aku menduga, saat mata kita bertatapan, Tuhan sudah mengganti bola mataku dengan bola matamu tanpa terasa. Maka kemudian, entah saat ia terbuka atau ketika ia menutup, mataku tidak bisa menepis  bayangmu.

Berlebihan? Terserah, jika saat kau membaca kegilaan rasaku itu, kau akan menyebutnya demikian. Apalagi, memang, saat aku memilih mencintaimu, sama sekali aku tidak tertarik menakar-nakar seberapa pantas cinta itu kuberikan untukmu. Jadi, jika kemudian memang terlihat berlebihan, maka itu pula alasan yang tidak terlalu cerdas yang bisa kukatakan padaku.

Kau ingat, saat bersamamu, beberapa kali aku bersurut ke belakang. Seperti menjauh. Tetapi, sebenarnya aku sedang membiarkan mataku untuk bisa melihatmu utuh. Sedang ketika berada demikian dekat denganmu, aku luruh. Iya, aku berubah menjadi embun yang jatuh ke tanah. Begitu saja ia meresap.

Kau tahu, embun yang jatuh ke tanah itu tidak pernah bisa memaksa diri keluar dari dekap tanah itu. Kukira, seperti itu pula dengan embun rasaku yang terjatuh ke tanah hatimu.

Selasa, 03 Februari 2015

berita apa hari ini

berita apa yang dibawanya hari ini,
berita ribuan nyamuk mengamuk ?
atau gelegar guntur yang datang bersama hujan?
pece're'n itu meluap bersama datangnya banjir bandang.
Wabah kolera meraja lela atau orang mati dibacok rampok?
polisi salah tembak, bayi dibuang diselokan ?
apakah berita itu yang kau bawa ?
itukah yang akan kau ceritakan padaku?

kalau kau mau datang
kuminta datang lah sambil berdendang
kalau boleh berharap
datanglah dan ceritakan perdamaian,
keindahan tentang cinta, kenangan indah para kanak-kanak.
suka cita , wanginya bunga mekar.
ribuan kunang -kunang disawah.
nyanyian hujan para katak di parit parit bening
atau indah warna jingga saat matahari tenggelam.

sudah kusiap kan sepoci kopi. sepiring menjos dalam baki.
kalau kau mau , datanglah sambil berdendang riang
supaya aku juga ikut senang.....

Minggu, 01 Februari 2015

Suatu hal tentang keindahan

 
 
 Tentang Keindahan

A Thing of Beauty (Endymion)

 
 
Suatu hal tentang keindahan adalah sukacita selama-lamanya:
Bertambah keindahannya; itu tak akan pernah
Beralih menjadi kekosongan; namun masih akan terus
Sebuah pondok sunyi bagi kita, dan tidur
Penuh mimpi manis, serta kesehatan, dan napasnya tenang.
Karena itu, dalam setiap pagi, kita terikat
selembar pita bunga mengeratkan kita pada bumi ini,
Walaupun putus asa dari langkanya manusiawi


Kodrat mulia, tentang masa suram,
Seluruh cara yang kurang sehat dan lingkup-kegelapan
Dibuat untuk pencarian kita: Ya terlepas dari segala,
Beberapa bentuk keindahan bergerak menjauh berangsur menghilang
Dari roh-roh gelap kami. Seperti matahari, bulan,
Pohon-pohon tua dan muda, bertunas anugerah rindang
Untuk domba sederhana; dan seperti bunga bakung
Dengan dunia berwarna hijau mereka tinggal di dalamnya; dan parit yang bening
Itulah bagi diri mereka sendiri sebuah cara penenangan diri yang terselubung
'menggapai musim panas; menunda pertengahan rimba tetahunan ,
Yang kaya taburan keadilan mekar sebagai kesturi-mawar:
Serta seperti itu pun adalah kemegahan dari kehancuran
Kita pernah membayangkan tentang kematian yang perkasa;
Air mancur minuman keabadian yang tak ada habisnya ,
Dituangkan kepada kita dari tepi jurang surga.
 
*********** 
A thing of beauty is a joy for ever:
Its loveliness increases; it will never
Pass into nothingness; but still will keep
A bower quiet for us, and a sleep
Full of sweet dreams, and health, and quiet breathing.
Therefore, on every morrow, are we wreathing
A flowery band to bind us to the earth,
Spite of despondence, of the inhuman dearth
Of noble natures, of the gloomy days,
Of all the unhealthy and o'er-darkn'd ways
Made for our searching: yes, in spite of all,
Some shape of beauty moves away the pall
From our dark spirits. Such the sun, the moon,
Trees old and young, sprouting a shady boon
For simple sheep; and such are daffodils
With the green world they live in; and clear rills
That for themselves a cooling covert make
'Gainst the hot season; the mid-forest brake,
Rich with a sprinkling of fair musk-rose blooms:
And such too is the grandeur of the dooms
We have imagined for the mighty dead;
An endless fountain of immortal drink,
Pouring unto us from the heaven's brink. 


A Thing of Beauty (Endymion)

 


Senin, 19 Januari 2015

Aku ingin menulis untukmu sebanyak2 nya.

Aku ingin menulis kepada mu sebanyak banyaknya. Aku ingin memberi mu kabar apa yang telah terjadi hari ini  kemaren dan yang telah berlalu.
Aku ingin ngomong banyak tentang segala hal.tentang filosopi hingga  kedalaman berfikir. Juga aku ingin ngobrol denganmu sambil ngeteh dan ongkan ongkang kaki. Lalu angin dingin yang berhembus dari sawah sawah itu memberikan kabar. Toh walo kepala kita sudah memutih kita tetap menyanyikan lagu iwan fals itu....lantas kita  akan sama sama tertawa mengingat kita sudah berkepala empat dan kitapun...tertawa keras  sambil berkata bahwa : "Live is began from fourty".

Selasa, 13 Januari 2015

prologue 2015

Januari,
Maka terlampoi sudah tahun kemaren. Hingarnya perayaan pergantian tahun ini, tidak  se ramai tahun lalu. Pesawat yang jatuh itu, mematikan semua penumpang didalamnya. Dari
peristiwa itu di ketahui pula banyak konspirasi . Jadwal yang tiada diadakan, lalu ketika pesawat itu naas.karena jatuh dilaut maka barulah cerita ini terkuak. pertanyaannya.... sudah berapa lama ini terjadi dan siapa saja yang bermain.
Berita gembiranya bensin turun jadi 7600 rupiah,  berita sedihnya harga harga masih tetap melangit.
Tahun kemaren 2014 ibu meninggal setelah muntah darah dan  tidak ada sehari beliau di rumah sakit beliau meninggal. Tahun ini 2015 lebaran akan berbeda karena aku sudah tidak bisa laagi menikmati opor ayam dan sambel krecek buatan ibu yang enak itu.  Jogja tempat aku di besarkanpun makin lama makin asing bagiku.dan kemungkinan besar  idul fitri 2015 aku tidak akan balik kekota itu.
Maka terlampoi sudah tahun kemaren. Hingarnya perayaan pergantian tahun ini, tidak  se ramai tahun lalu. Hujan menorehkan kisah tersendiri  tentang banjar negara , lalu pesawat malaysia yang jatuh itu mengawali proloque  cerita tahun 2015 dengan tetesan airmata. tetapi yang aku tahu happy ending selalu dimulai dari tetesan air mata.tak ada yang pasti seperti hitungan matematika didunia ini. Justru dari ketidak pastian itu aku bisa bergantung pada Tuhan ataupun pada Hantu. Siapa yang bisa memestikan bahwa yang seperti itu harus seperti ini. ataupun yang seperti ini harus begini...siapa yang bisa menjamin? maka biarkan hari ini adalah hari ini. Kemaren sudah sudah berlalu dan hari esok masih misteri...maka jalani dengan gagah berani!

Jumat, 02 Januari 2015

RENDRA DAN RENUNGAN AKHIRNYA

 
RENDRA
 
 
 
Seringkali aku berkata, Ketika semua orang memuji milik-ku Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: Mengapa Dia menitipkan padaku ??? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ??? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ??? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, Kutolak kemiskinan, seolah semua “derita” adalah hukum bagiku Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika: Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku. Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku Gusti, Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah. “Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”…..

**********

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu

Rendra
31 July 2009 *)Puisi ini ditulis oleh W.S. Rendra menjelang kematiannya, yang dituliskannya di atas ranjang Rumah Sakit